[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Pada analisa minyak, USDX diprediksikan akan naik setelah posisi EMA 6 jam dan harian kembali berada di atas EMA mingguan sehingga trend mingguan USDX terindikasi bullish. Karenanya, USD digambarkan akan bullish dan minyak akan turun setelah menyentuh level kuat. Namun, dalam jangka panjang minyak diprediksikan akan naik setelah penurunan beberapa tahun sebelumnya.
Pada penurunan minyak di analisa minyak, tentu akan mempengaruhi harga saham perusahaan minyak seperti halnya Exxon dan Chevron. Namun penurunan bisa dianggap hanya sebatas koreksi sehingga harga menyentuh level kuat, prediksi jangka panjang tetap dipakai yaitu bullish.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_061518_265301_minyak.png” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]