[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]USD/JPY bergerak bearish pada kisaran 109.33 dan diperkirakan akan lanjut bearish sampai break key-support area pada kisaran 105.53.

USD/JPY bereaksi keras terhadap peringatan AS tentang manipulasi mata uang di KTT G7. Yen terus menguat pada sesi pagi diperdagangkan pada 109.82 karena tekanan dolar AS yang melemah. Jepang merilis data neraca perdagangan dengan angka positif, sementara impor anjlok sampai 23.2 persen dan ekspor menurun 10.1 persen. Ekspor Jepang turun 10.1 persen per tahun pada bulan April, jauh lebih buruk dari bulan Maret saat terjadi penurunan 6.8 persen y/y, demikian data pemerintah awal pekan ini. Sementara itu, impor menurun dan jatuh ke 23.3 persen per tahun, jauh lebih buruk dari perkiraan sekitar 19 persen. Akibatnya, surplus perdagangan Jepang naik menjadi 823.5Milyard Yen pada bulan April, naik dari 755Milyard Yen dari bulan sebelumnya.

“Surplus perdagangan April terjadi karena sebagian besar impor melemah. Namun, hal ini cukup untuk memicu pembelian Yen,” kata Masashi Murata, ahli strategi mata uang senior di Brown Brothers Harriman di Tokyo. “Angka-angka perdagangan keluar dengan latar belakang politik yang tidak mendukung Jepang melakukan intervensi untuk melemahkan yen, sehingga membuat relatif mudah untuk membeli kembali Yen.”[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_083615_265147_1.png” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]