[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” max_width=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]GBP/USD bergerak bearish pada kisaran 1.4400 dan diperkirakan masih akan bearish sampai menembus key-support level pada kisaran 1.4385.

Isu Sterling masih sekitar referendum Brexit yang waktunya semakin dekat. PMI konstruksi dirilis pada 51,2 dibawah perkiraan 52.00 hanya sedikit berdampak atas Pound. Volatilitas Sterling dianggap sebagai tanda kecemasan pasar, dan terus naik turun mengikuti perkembangan jajak pendapat atas isu Brexit.

OECD mengatakan bahwa menurunnya keterbukaan perdagangan akan memukul dinamisme ekonomi Inggris dan juga produktivitas dalam jangka panjang. “Perekonomian Inggris lemah dan kemungkinan pembatasan baru setelah keluar dari Uni Eropa, akan menurunkan arus masuk migrasi bersih, menambah tantangan sisi penawaran dengan mengurangi ukuran dari angkatan kerja,” katanya saat membahas prospek ekonomi terbaru.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_090015_265759_1.png” has_retina_version=”no” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” lightbox_ad=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” image_hover_effect=”” image_hover_title=”” image_hover_subtitle=”” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]