[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]EUR/USD diperkirakan akan segera korektif bullish setelah sebelumnya menukik merespons data PMI Euro. Sementara itu, Yunani kembali masuk dalam headline berita karena penentang program penghematan keberatan keras atas reformasi pemerintah pada sistem pensiun. Walaupun Pemerintah Yunani kemungkinan sudah mencapai reformasi melalui parlemen, namun Dana Moneter Internasional dan Jerman bersikeras bahwa negara masih membutuhkan langkah-langkah kontingensi lebih lanjut untuk memastikan akan dapat memenuhi target anggaran.

Chris Williamson, Kepala Ekonom Markit, menulis bahwa PMI Zona Euro periode Mei yang mengecewakan akan memberikan kesan bahwa laju kuat pertumbuhan ekonomi yang sudah terlihat pada kuartal pertama hanya akan sementara saja. The Markit flash zona euro PMI tergelincir ke level terendah 16-bulan pada angka 52.9 untuk periode Mei, turun dari 53.0 pada bulan April. Sementara para ekonom dalam jajak pendapat Reuters mengharapkan peningkatan menjadi 53.2.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_085244_265063_1.png” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]