[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Emas bergerak bearish pada kisaran USD1248 dan diperkirakan akan segera menutup pergerakan bearish wave -5- dan kemudian akan melakukan koreksi atau reversal bullish.

Bullion telah berada di bawah tekanan sejak FED pekan lalu merilis risalah rapat periode April, yang menunjukkan pejabat-pejabat FED percaya bahwa ekonomi AS bisa siap untuk kenaikan suku bunga lanjutan bulan depan sebagaimana dikatakan Eric Rosengren, Presiden FED Boston akhir pekan lalu, bahwa kondisi untuk kenaikan suku bunga sudah “di ambang terpenuhi”.

Namun Julian Jessop dari Capital Economics memperhitungkan bahwa sekalipun suku bunga dinaikan ia tetap berharap hal tsb tidak perlu menghentikan reli harga emas (Emas sudah naik hampir 19% untuk tahun ini ). “Kebijaksanaan konvensional, tentu saja, adalah bahwa pengetatan FED akan buruk untuk Emas, terutama karena suku bunga yang lebih tinggi dapat memperkuat dolar dan meningkatkan biaya menyimpan komoditas,” demikian Jessop menulis.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_075849_265137_1.png” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]