[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Banyak trader pemula mencoba membuka akun live dengan modal trading di bawah USD 1,000. Hal lumrah karena jumlah dana sebesar itu mungkin masih di luar jangkauan atau dialokasikan untuk keperluan lebih mendesak. Tapi tahukah Anda, trader profesional dengan managemen resiko baik akan merekomendasikan menanamkan modal trading lebih dari angka tersebut?

Prinsipnya sederhana, semakin besar modal maka semakin besar juga sistem trading Anda bertahan dari kemungkinan kerugian beruntun.

Sesempurna apapun sistem trading, pasti akan mengalami loss (kerugian), nah, dari sinilah jumlah modal trading akan menentukan seberapa kuat ketahanan managemen resiko tetap terus berjalan selama menanggung kerugian, break even (impas) lalu profit.

Emangnya Salah Kalau Trading Forex Pakai Modal Trading Kecil?
Akun bermodal kecil (di bawah USD 1,000) sangat populer, ya, karena memang jelas lebih terjangkau. Selama trader bermodal kecil tadi memahami mekanisme leverage dan mampu menghasilkan profit awal lebih besar dari kerugian berikutnya, alias mahir berkelit dari MC, sah-sah saja.

Masalahnya dengan modal trading kecil, bahkan jika Anda menggunakan Micro-Account (lot 0.1) dengan leverage di atas 1:1000 dan spread 0, sekali saja lengah meletakkan Stop Loss, bukan tidak mungkin margin (deposit akun) seketika amblas saat Anda salah menentukan posisi entry dan exit.

Contohnya, trader A membuka micro-account, leverage 1:1000, spread 0 dengan modal awal sebesar USD 10. Jika dalam 0.1 lot di mana satu pips bernilai USD 1, hanya dibutuhkan pergerakan harga sebesar 10 pip melawan satu posisi Anda untuk menggerus habis margin.

Lain halnya pada trader B, dia membuka akun dengan deposit sebesar USD 1,000 di Micro-Account, leverage 1:10, spread 0. Jika kondisinya sama seperti contoh sebelumnya, dibutuhkan pergerakan harga sebesar 1,000 pip melawan satu posisi untuk menyentuh batas MC.

Nah, perlu diingat, untuk mempercepat atau memperbanyak profit. Biasanya trader akan membuka lebih dari satu posisi sekaligus (pyramiding). Bisa terbayang seberapa cepatnya pergerakan harga akan berdampak pada margin.

Misalnya trader A dan B membuka 5 posisi buy pada pair EUR/USD pada waktu sama, dan semua posisi positif bergerak 10 pips sesuai prediksi. Trader A dan B sama-sama mengambil profit sebesar USD 50, bedanya trader A mendapat 500% profit sedangkan trader B hanya mendapat 5% profit dari modal awal masing-masing.

Manis sekali untungnya trader A, iya kalau semuanya profit, jika sebaliknya? Jika harga berbalik melawan prediksi alias pip merah merona, hanya butuh pergerakan sebesar 2 pip melawan 5 posisi tadi untuk meluluhlantakkan seluruh deposit trader A (berapa detik tuh?).

Contoh di atas semuanya menggunakan spread 0 dan non-hedging, kondisi Ceteris Paribus dengan asumsi bahwa broker sama sekali tidak memberlakukan trading cost dari spread bid dan ask. Di dalam kegiatan trading real, spread bisa menjadi fixed atau floating bergantung masing-masing kebijakan broker.

Harus Siap Modal Trading Berapa Buat Trading?
Sebelum terjun ke pasar Forex, sebaiknya Anda merefleksikan pertanyaan-pertanyaan berikut:

a) Apakah Anda akan bertrading full time atau part time?
b) Apakah Anda akan menjadikan trading sebagai sumber pendapatan utama?
c) Apakah Anda akan menghidupi keluarga Anda atau diri sendiri?
d) Seberapa jauh Anda akan mendalami pendidikan mengenai Forex?
e) Seberapa besar Anda mampu menanggung kerugian?
f) Seberapa besar kesuksesan sistem trading Anda?

Setelah menjawab pertanyaan di atas, setidaknya Anda akan mendapat gambaran mengenai estimasi seberapa besar modal trading awal. Setelah mengambil keputusan dan memulai kegiatan trading, Anda bisa mengambil langkah selanjutnya untuk mengembangkan modal.

Patut dicatat juga, ambil langkah untuk menambah modal apabila sistem trading Anda telah terbukti berjalan sesuai rencana, jika tidak, ambil waktu istirahat dari kegiatan trading dan evaluasi kembali pertanyaan di atas.

Semoga sukses ber-trading![/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_115809_265187_bb124s2638.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]