[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://forexsimpro.com/wp-content/uploads/2016/03/KURODA-696×418.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Rilis data pada hari Senin (7/3), informasi yang diperoleh dari Gubernur Bank Sentral Jepang, Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa perluasan pelonggaran kebijakan moneter memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk mendorong harga saham dan menekan mata uang yen mengalami pelemahan, dan hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Sehingga saat ini Bank Sentral Jepang telah mengambil suku bunga negatif yang mana hal ini ditujukan supaya mampu memberikan keuntungan kepada rumah tangga dan bisnis dengan melakukan penurunan biaya pinjaman lebih lanjut.

“Mengenai penurunan suku bunga dan pelonggaran kebijakan yang lebih luas untuk kenyataannya sangat mungkin untuk dapat memiliki dampak yang positif pada harga aset. Dengan kata lain, untuk kebijakan bekerja langsung untuk adanya menaikkan harga saham dan menurunkan nilai tukar yen’. Hal ini yang disampaikan oleh Kuroda.

Dilain pihak untuk fundamental ekonomi dan Jepang perusahaan Jepang sampai saat ini masih tetap menguat dan untuk kebijakan suku bunga masih negatif dan sangat memiliki dampak yang besar, pasar keuangan akan mengalami perubahan menjadi positif sebagai sebuah kepercayaan investor.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]


Tinggalkan Balasan