[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://ifx.market/wp-content/uploads/Gold-Invest-in-hand.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Harga Emas membuka perdagangan minggu ini dengan berakhir naik, berbalik dari penutupan perdagangan minggu lalu. Dolar AS yang diperdagangkan datar dan cenderung melemah menjadi mesin pendorong kenaikan harga emas kali ini.

Harga Emas Berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Juni berakhir naik $1,50 atau naik 0,1%, berakhir di harga $1.274,20 per ons. Harga Emas sempat naik ke $1.290. Catatan perdagangan minggu lalu harga emas mengalami penurunan 1,7%. Ini merupakan penurunan yang pertama dalam sepekan setelah 22 April. Indek Dolar AS bertahan datar, meskipun dalam perdagangan USDJPY berhasil menguat. Sementara itu transaksi ETF SPDR Gold Trust turun 0,2%.

Pada Jumat kemarin, harga emas menurun paska data ekonomi AS yang menyatakan penjualan ritel AS cukup tinggi bahkan lebih baik dari perkiraan awal. Tercatat kenaikan dalam sebulan tersebut merupakan yang paling tinggi dalam setahun terakhir ini. Tentu saja mencerahkan jalan bagi kenaikan suku bunga The Federal Reserve AS yang akan menurunkan harga emas. Meski demikian, rekasi atas data tersebut dikalangan investor sebagian besar masih datar-datar juga setelah mereka yakin bahwa harga emas akan mengakhiri tren penurunannya (Bearish).

Sejauh ini, pasar meyakini bahwa the Fed masih belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini. Meski data penjualan ritel AS baik, fundamental ekonomi lainnya – khususnya sektor tenaga kerja masih mengkhawatirkan. Harus diakui bahwa saat ini kredibilitas Bank Sentral AS ini sedang diuji. Tak disangkal pula bahwa baik Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Jepang juga masih akan mendorong suku bunga mereka lebih rendah, mengingat target mereka masih jauh dari harapan.
[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]



Tinggalkan Balasan