[sdf_row id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://ifx.market/wp-content/uploads/0.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Berita komoditas dunia di hari Jumat(29/4), harga minyak terpantau alami penurunan setelah membukukan kenaikan di sesi sebelumnya ditengah permintaan dollar AS yang mengalami pelemahan akibat melambatnya pemulihan ekonomi di negeri Paman Sam.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, minyak West Texas Intermediate pengiriman Juni turun 0.35% dengan diperdagangkan pada level $45.88 per barel di NYMEX, AS. Pergerakan minyak WTI pagi ini terpantau bergerak menyentuh level low di $45.64 dan level high di $45.95. Di sisi lain untuk minyak patokan Eropa, Brent Oil pengiriman Juli terpantau turun 0.24 % di level $45.93 per barel di London.

Keuntungan yang dicatat oleh harga minyak di sesi sebelumnya terjadi pasca hasil pertumbuhan domestik bruto AS melambat dari kuartal sebelumnya. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Analis Ekonomi menyebutkan bahwa PDB AS naik sebesar 0.5% untuk kuartal satu setelah sebelumnya naik sebesar 1.4%.

Di tempat lain, laporan pasokan minyak mentah Amerika Serikat yang dirilis oleh Energy Information Administration menyebutkan bahwa persediaan minyak mengalami kenaikan sebanyak 2.0 juta barel meski lebih rendah dari kenaikan di minggu sebelumnya.

Sementara itu, kekhawatiran atas meluapnya angka produksi minyak dari Timur Tengah masih menjadi hambatan utama laju harga minyak untuk alami kenaikan. Arab Saudi melaporkan bahwa mereka telah melakukan ekspansi ladang produksi minyak Shaybah di bulan Juni, sehingga akan menekan jumlah produksi sebanyak 12 juta barel per hari.

Di tempat lain seperti di Negara Iran, hasil produksi minyak sendiri telah mengalami kenaikan sebanyak 1 juta barel per hari sejak awal tahun 2016 ini dan di Kuwait produksi minyak diperkirakan naik mencapai 3.15 juta barel per hari di bulan Juni mendatang. (Aditya Arief – FR)[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_row]



Tinggalkan Balasan